Agar Bayi di Kandungan Berotak Pintar
Konsumsi
cukup asam dokosaheksaenok (DHA) atau lemak omega-3 di akhir masa
kehamilan bisa meningkatkan kekuatan otak bayi. Hal ini terbukti pada
penelitian atas 109 bayi suku Inuit, yang hidup di bagian utara Negara
bagian Quebec, Kanada.
Saat
berusia 6 bulan, bayi menjalani tes standar tentang ketajaman visual
dan ingatan. Bayi yang lahir dengan kandungan DHA dalam darah tali
pusar lebih tinggi, lebih baik dalam tes perkembangan otak dan mata di
usia 6 dan 11 bulan.
Para
peneliti menjumpai, kadar DHA darah tali pusar lebih tinggi saat lahir
dikaitkan dengan perfoma lebih baik pada tes tadi. Hasilnya tetap sama
saat bayi menjalani tes perkembangan kognitif dan motorik di usia 11
bulan.
Karena
peran penting itulah, para ahli menyarankan wanita hamil mendapat
asupan DHA rata-rata 300 mg per hari. Hasil temuan terbaru ini
dilaporkan dalam journal of Pediatrics, Maret 2008.
“Penelitian ini menambah bukti akan
pentingnya DHA di trisemester ketiga, saat otak janin berkembang cepat", ujar Ketua peneliti Dr. Joseph L. Jacobson, dari Wayne State
University di Detroit, Amerika Serikat, seperti dikutip Reuters Health.
Diet tradisionl Inuit memang kaya ikan.
Sayangnya kian banyak orang Inuit yang mengadopsi pola makan tinggi
lemak ala Barat. Akibatnya, kadar DHA ibu saat melahirkan berkisar dari
kadar rendah yang secara tipikal terlihat di AS dan Kanada Utara,
hingga relative tinggi.
DHA bisa dijuampai pada minyak ikan
salmon, sarden, dan tuna. Wanita hamil dan menyusui disarankan untuk
menghindari ikan jenis tertentu karena berpotensi mengandung merkuri
dalam kadar tinggi. Ikan ini termasuk hiu, swordfish, king mackerel, dan
tile.
Ditambahkan Jacobson, setiap wanita
hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan bila ingin
mengnsumsi kapsul minyak ikan atau suplemen lain.


Post a Comment